1 Komentar

Tentang Rel Kereta


Selamat siang sobat railfans dan sobat blogger.. Ketemu lagi di postingan blog ini lagi. Ini adalah posting pertama blog ini setelah kemaren tanggal 1 september komunitas kita ganti nama, dari Infokom Railfans Group menjadi Infokom Railfans Community.ūüėÄ

Kali ini, saya mau bagi ilmu di dunia persepuran, tentang rel kereta api. So, selamat membaca.ūüėÄ

Rel digunakan pada jalur kereta api. Rel mengarahkan/memandu kereta api tanpa memerlukan pengendalian. Rel merupakan dua batang rel kaku yang sama panjang dipasang pada bantalan sebagai dasar landasan. Rel-rel tersebut diikat pada bantalan dengan menggunakan paku rel, sekrup penambat, atau penambat e (seperti penambat Pandrol).

Jenis penambat yang digunakan bergantung kepada jenis bantalan yang digunakan. Puku ulir atau paku penambat digunakan pada bantalan kayu, sedangkan penambat “e” digunakan untuk bantalanbeton¬†atau¬†semen.

Rel biasanya dipasang di atas badan jalan yang dilapis dengan batu kericak atau dikenal sebagai Balast. Balast berfungsi pada rel kereta api untuk meredam getaran dan lenturan rel akibat beratnya kereta api. Untuk menyeberangi jembatan, digunakan bantalan kayu yang lebih elastis ketimbang bantalan beton.

Rek kereta ada beberapa jenis, biasanya diitung beratnya per satu meter, misalnya rel R54, berarti satu meter rel itu beratnya 54 Kg. Berikut ini daftar rel yang digunakan di Indonesia menggunakan standar UIC dengan Standar:

  • Rel 25 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 25 kilogram (kg).
  • Rel 33 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 33 kilogram (kg).
  • Rel 41¬†yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 41 kilogram (kg).
  • Rel 42 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 42 kilogram (kg).
  • Rel 50¬†yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 50 kilogram (kg).
  • Rel 54¬†yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 54 kilogram (kg).
  • Rel 60¬†yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 60 kilogram (kg).
Ada beberapa lebar (gauge) yang digunakan, semakin lebar semakin stabil sehingga semakin tinggi kecepatan kereta apinya. Lebar trak yang umum digunakan di antaranya :
  • Lebar 700 mm, digunakan Kereta api Aceh, dari Besitang menuju¬†Banda Aceh¬†yang saat ini sudah tidak digunakan lagi.
  • Lebar 1000 mm disebut juga “meter gauge”, digunakan di¬†Malaysia.
  • Lebar 1067 mm, atau 3 kaki 6 inci merupakan lebar rel yang digunakan secara umum di Indonesia, disebut juga sebagai¬†Narrow gauge. Narrow gauge cocok untuk daerah yang bergunung-gunung karena trak yang lebar membutuhkan biaya besar dan pembangunannya lebih sulit.
  • Lebar 1435 mm, atau 4 kaki 8,5 inci. merupakan rel yang banyak digunakan didunia sehingga disebut juga sebagai¬†Standard gauge.
Karena alasan transportasi menuju ke lokasi, biasanya dari pabrik pembuat rel, rel kereta dipotong menjadi rel dengan panjang 25 m. Untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan kereta api yang berjalan diatasnya maka rel tersebut disambung. Penyambungan rel dilakukan dengan beberapa cara:
  1. Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan las termit dilokasi sehingga bisa menjadi rel yang menerus. Pengelasan menggunakan las termit dengan menggunakan bahan kimia senyawa besi yang ditempatkan di antara kedua rel kemudian bahan tersebut direaksikan pada suhu sampai mencairkan bahan kimia tersebut dan menyambung rel tersebut, sisa hasil reaksi kimia tersebut kemudian dipotong dan diratakan dengan rel.
  2. Cara lain yang digunakan dalam mengelas rel kereta api adalah dengan cara las¬†kilatan¬†listrik¬†atau dalam¬†Bahasa Inggris¬†disebut“Flash Butt Welding”¬†, yaitu dengan mendekatkan ujung dua potong rel yang akan dilas yang telah diberi muatan listrik dengan¬†arus¬†yang sangat besar, sehingga ketika terjadi kontak akan timbul kilatan listrik yang akan memanaskan dan melelehkan ujung kedua rel yang didekatkan tersebut. Setelah ujung kedua rel yang didekatkan berpijar dan meleleh, ujung rel kedua tersebut disatukan dengan diberi¬†tekananyang besar (150 s.d 300 kg/cm3) sehingga ujung dari kedua potong rel tersebut menyatu dan kemudian diratakan dan dimuluskan ketika rel masih berpijar. Kelebihan dari cara ini adalah tidak memerlukan bahan seperti¬†las termit, dan hasil sambungan las pada rel lebih kuat daripada menggunakan las termit, selain itu las kilat membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu hanya 15 menit per titik las, dibandingkan dengan las termit yang membutuhkan waktu 25-30 menit per titik las. Namun, cara ini tidak terlalu cocok dan berbahaya di Indonesia, karena arus listrik pada rel dapat mengalir ke bagian rel yang lainnya. Mengingat banyak jalur rel di berbagai daerah terdapat pemukiman padat penduduk, terkadang ada orang terutama anak-anak secara iseng maupun tidak sengaja menyentuh rel yang diberi muatan listrik sehingga dapat menimbulkan bahaya sengatan listrik.
  3. Pada sambungan ini digunakan suatu penyangga yang disebut sebagai fish plate yang dibaut pada kedua rel yang disambung. Dengan sambungan yang demikian akan terasa pada saat berjalan dalam kereta api.
Nah, sekian posting tentang rel kereta api dari saya. Terima kasih udah berkunjung kesini.

One comment on “Tentang Rel Kereta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: