1 Komentar

Galeri KRL Jabodetabek


Hai sobat railfans, lama lagi tak jumpa di postingan blog ini. Terinspirasi dari pertanyaan salah seorang user di facebook tentang jeanis-jenis KRL, maka kali ini, gw mau ngasih tau jenis-jenis KRL yg ada di Jabodetabek.

Ada banyak banget KRL yg beroprasi di seantero Jabodetabek. Mungkin sobat railfans semua ada yg pernah naikin salah satu kereta ini tapi gak tau namanya..😀

Mungkin bagi sebagian railfans yg udah berpengalaman, pasti udah pada kenal semua jenis-jenis KRL. Nah, bagi yg belum tau jenis-jenis KRL yg ada di Jabodetabek, ini saya kasih tau semua lengkap dengan gambar keretanya.

1. KRL Rheostatik (Biasa dipanggil Rheos)

KRL Rheostatik Mild Steel

KRL ini adalah KRL buatan Jepang tahun 1976. KRL ini dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo, Hitachi dan Kawasaki dari Jepang, dan kita beli baru, gak kaya sekarang dapetnya hibah ato enggak beli seken. Gambar di atas adalah KRL Rheostatik generasi pertama. Dulunya ini KRL juga pake pintu geser, tapi karena ‘kreatifitas’ penumpang, pintu itu jadi rusak deh. Dulunya ini dijalanin sebagai KRL Ekonomi.

KRL Rheostatik Stainless

Kalo yg ini, KRL Rheostatik generasi ke dua, dibuat taun 1986-1987. KRL ini dulunya pernah jalan sebagai KRL Pakuan Bisnis, dan dulu ini ada AC-nya lho. Ini KRL AC pertama di Indonesia.

KRL Djoko Lelono

Nah kalo yg ini, ini hasil modifikasi dari KRL Rheostatik generasi pertama. Kabin masinisnya udah di custom by Balai Yasa Manggarai tahun 2010..🙂 Dan diberinama Djoko Lelono.

2. KRL ABB Hyundai

KRL ABB Hyundai

KRL ini dibuat atas kerjasama antara PT INKA dan Hyundai. KRL ini dirakit di PT INKA di Madiun pada tahun 1985-1992 dan dibuat sebanyak 8 gerbong (2 set) berteknologi VVVF (Variable Voltage Variable Frequency) dan disebut-sebut merupakan prototype kereta maglev yang dikembangkan Hyundai untuk jalur Seoul-Pusan. Saat ini KRL ABB Hyundai telah dikonversi menjadi KRDE dan beroperasi di jalur Surabaya-Mojokerto (Arek Surokerto). Dulunya KRL ini juga jadi KRL Pakuan Bisnis.

KRDE Arek Surokerto

3. KRL BN-Holec

KRL BN-Holec

KRL BN-Holec adalah KRL hasil kerjasama PT INKA sama perusahaan Beliga-Belanda. KRL ini pertama kali dirakit taun 1994 (wew, seumuran gw.. :D) sebanyak 120 unit. Terus datang lagi tahun 1995, 1996, 1997, 1998, dan 2001 (klo gak salah). ari seluruh rangkaian ekonomi yang ada, KRL Holec tergolong paling sulit dirawat. Selain karena masalah suku cadang yang susah dicari (pabriknya sendiri sudah lama tutup), KRL ini pun juga sering mengalami mogok karena kelebihan beban. Sehingga banyak KRL eks Holec yang rusak, dijadikan KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) yang dioperasikan di beberapa kota di luar Jakarta. “Rekondisi” KRL Holec adalah KRDE yang dioperasikan di rute Yogyakarta-Solo (Prameks), dan Padalarang-Cicalengka (Rencang Geulis). Sekarang masih tersisa 4 set diJabodetabek.1 Rangkaian = 2 Set.

KRDE Eks Holec

4.  KRL Hitachi

KRL Hitachi

KRL ini dibuat pada tahun 1997 di PT INKA bekerjasama dengan Hitachi, dibuat sebanyak 64 unit (8 set) dengan teknologi VVVF. Kereta ini memiliki ciri yang khas yaitu ketika mulai bergerak sangat halus dan tidak menyentak. Jenis KRL ini adalah yang digunakan untuk Pakuan Ekspres kelas bisnis. Sekarang ya turun kasta jadi ekonomi deh.

5. KRL TOEI 6000

KRL TOEI 6000

KRL ini adalah KRL yang diimpor dari perusahaan KA milik Biro Transportasi Pemerintah Daerah Tokyo (Tōei), dalam rangka kerjasama strategis Indonesia-Jepang saat itu. Meramaikan jalur Jabotabek mulai tahun 2000, dioperasikan di sebagian besar rute untuk layanan ekspres dengan tambahan pendingin udara (AC). Karena asalnya, KRL ini sering disebut sebagai KRL hibah.
Pada mulanya, didatangkan 72 unit kereta dari Jepang dengan masing-masing rangkaian terdiri dari 8 kereta. Namun, pada akhirnya hanya sebanyak 3 rangkaianlah yang memiliki 8 kereta (set 6121F, 6161F, 6171F), sedangkan sisanya dijadikan enam kereta per rangkaiannya.
Sebagian rangkaian 6 kereta menggunakan kabin modifikasi, yang dibuat oleh Balai Yasa Manggarai.

KRL Lohan

KRL Esspass

KRL Rakitan

KRL Djoko Lelono 2

6. KRL JR103

KRL JR 103

KRL JR 103 ini didatangkan pada 2004. KRL seri 103 ini adalah salah satu rangkaian yang mulanya digunakan untuk layanan Bojonggede Ekspres dan Depok Ekspres. Akibat bertambahnya penumpang, KRL ini pun diganti dengan rangkaian lain yang memiliki 8 kereta.

KRL ini masing-masing rangkaiannya terdiri dari 4 gerbong (1 set), dan menjadi salah satu rangkaian KRL dengan AC terdingin di Jabodetabek. KRL ini berada di bawah alokasi depo Depok, dan dioperasikan untuk layanan Ekonomi AC Depok dengan formasi 2 set (2 rangkaian x 4 kereta).

7. KRL Tokyo Metro 5000

KRL Tokyo Metro 5000

Tōkyō Metro seri 5000 adalah unit kereta rel listrik buatan Jepang. Pada awalnya hendak dioperasikan masing-masing dengan sepuluh gerbong, namun hanya dioperasikan dengan delapan gerbong akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.

8. KRL Toyo Rapid 1000

KRL Toyo Rapid 1000

KRL eks Toyo Rapid 1000 (1091F, 1081F, 1061F). Kereta ini merupakan rekondisi (pengubahan ulang) dari unit Tōkyō Metro seri 5000, yang juga dijual ke Indonesia. Pada awalnya masing-masing rangkaian akan dioperasikan dengan sepuluh gerbong, namun hanya dioperasikan dengan delapan gerbong akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya. Kereta ini dioperasikan untuk KRL kelas Ekonomi AC tujuan Bogor, Bekasi, dan Depok.

9. KRL Tokyu

KRL Tokyu 8500

KRL eks Tokyu Corporation (atau disebut Tokyu saja) mulai meramaikan armada komuter Jabodetabek sejak masuknya rangkaian seri 8000 dan 8500. KRL eks Tokyu Seri 8000 dibuat pada tahun 1970-an dan KRL seri 8500 dibuat pada tahun 1975-an dan merupakan pengembangan dari Tokyu seri 8000. Khusus untuk unit bernomor depan 07xx dan 08xx (mis. 0715 dan 0815) adalah unit yang dibuat pada tahun 1985 ke atas.

KRL Tokyu 8000

KRL ini diimpor dari Jepang dengan harga sekitar 800 juta per unit, atau sekitar 6,5 miliar per rangkaian dengan 8 kereta. Berkat perawatan yang baik, KRL Tōkyū selama ini jarang bermasalah dan dapat dioperasikan sampai sepuluh tahun mendatang di Jabodetabek.

Apa bedanya KRL Tokyu 8500 sama Tokyu 8000?

Perbedaan Tokyu 8500 dan 8000

Perbedaannya terletak pada wajahnya, yaitu Seri 8000 hanya memiliki 1 kacakecil diatas sedangkan Seri 8500 memiliki 3 kaca kecil diatas, dan juga jarak antara lampu bulat dengan merah, Seri 8000 jaraknya dekat sedangkan Seri 8500 jaraknya jauh.

KRL Tokyu 8613 alias JALITA

10. KRL Tokyo Metro 6000 dan 7000

KRL Tokyo Metro 7000

Tōkyō Metro seri 7000 adalah unit kereta rel listrik buatan Jepang. Pada awalnya hendak dioperasikan masing-masing dengan sepuluh gerbong, namun hanya dioperasikan dengan delapan gerbong akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya. Kesemua rangkaian berwarna sama, yaitu warna merah di bagian muka, perak di badan dan strip berwarna kuning-merah. Semua rangkaian dialokasikan pemeliharaannya pada Dipo Depok, namun terkadang dioperasikan di jalur Serpong dan Bekasi.

KRL Tokyo Metro 6000

KRL Tokyo Metro 6000 (6115F dan 6126F). KRL ini emang mirip banget ama Tokyo Metro 7000. Dari 2 rangkaian yg ada, satu rangkaian yaitu 6126F udah beroprasi, dan yg 6115F, kemaren baru test run.

Cara ngebedain KRL Tokyo Metro 6000 sama 7000 adalah :

Perbedaan Tokyo Metro 6000 dan 7000

Perbedaannya terdapat pada pintu bagian atas, Tokyo Metro (TM) 6000 tidak memiliki kaca kecil diatas pintu, sedangkan TM 7000 memiliki kaca kecil diatas pintu.

11. KRL Tokyo Metro 05

KRL Tokyo Metro 05

Tōkyō Metro seri 05 adalah unit kereta rel listrik buatan Jepang. KRL ini baru datang di Indonesia sejak bulan Agustus 2010. Rangkaian yang datang di tahun 2010 baru 2 set (20 unit) dari rencana 5 set (50 unit). Warnanya disamakan dengan KRL eks Tōkyō Metro seri 7000, yaitu silver dengan strip merah-kuning dan warna merah di muka. Di jendela kabin juga dipasangi teralis untuk mencegah kaca pecah akibat pelemparan batu. Semua rangkaian milik Dipo Depok, dan saat ini baru dua set (05-02F dan 05-07F) yang sudah berdinas, sisanya masih menunggu sertifikasi.

12. KRL-I

KRLI Prajayana

KRLI dibuat tahun 2001, sebagai hasil produk PT INKA yang merupakan pabrik kereta api nasional. Dengan alasan biaya pengadaan yang terlalu tinggi dan sering bermasalah, tidak banyak KRLI yang digunakan. Pada masa pendesain, KRL ini disebut sebagai KRL Prajayana. KRLI yang digunakan oleh PTKA pada awalnya terdiri dari 2 rangkaian, masing-masing dengan empat gerbong. Namun, KRLI generasi pertama (yang menggunakan warna oranye) dikembalikan lagi ke INKA oleh PTKA akibat sering mogok dan bermasalah. Kini, KRLI yang digunakan adalah KRL dengan warna hijau-ungu dan biru.

KRL Prajayana (sekarang sering disebut KRL Ekonomi AC Ciliwung Blue Line) adalah nama bagi kereta komuter yang melayani rute lingkar Jakarta. Mulai beroperasi pada 30 November 2007, kereta Prajayana menggunakan unit kereta rel listrik buatan PT INKA. Rutenya adalah: Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Duri Angke, Kampung Bandan, Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, hingga kembali ke Manggarai. Jalur ini dahulu digunakan untuk rute Bogor dan Bekasi. Harga karcis untuk satu putaran ataupun satu stasiun (tarif rata) adalah Rp 3.500,-.

13. KRL KfW i-9000

KRL KfW i-9000

KRL INKA – Bombardier merupakan hasil kerjasama antara INKA sebagai industri perakitan kereta api di Indonesia dengan Bombardier AG, yang mana motor traksi dan sistem kendali KRL ini dipasok oleh Bombardier sedangkan bodi, sistem kelistrikan dan interiornya dikerjakan oleh INKA, yang direncanakan akan dibuat 4 set awal terlebih dahulu dengan 1 setnya berstamformasi 4 kereta (TC1-M1-M2-TC2 seperti halnya KRL-I).Yang saya ketahui, desain bodi KRL ini menyerupai bodi KRL-I di mana pada salah satu kabin masinis dilengkapi dengan pintu untuk mempermudah keluar-masuk penumpang pada saat dua KRL sejenis digabungkan dalam satu rangkaian, dengan sistem traksi VVVF-IGBT dan pantograf berjenis single arm.

KRL ini baru dibuat tahun 2010 dan telah dioperasikan bersama kereta api Gajah Wong pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2011. Saat ini ada 2 set KRL i9000 yang disimpan di BY Manggarai, menunggu sertifikasi dari Kemenhub.

14. KRL JR203

KRL JR203

KRL eks JR 203 tiba di Indonesia pada tanggal 2 Agustus 2011. Saat ini semua set KRL 203 berada diDipo Depok dan sedang dalam proses modifikasi penggantian warna. KRL ini rencananya bakal didatengin 5 set alias 50 gerbong.

Satu rangkaian KRL ini ada yg udah beres di cat ala KCJ jadi warna merah kuning, mungkin sebentar lagi bakal di uji coba dijalanin. Kita tunggu ajah.

Duh, cape juga yah bikin postingan kali ini. Oke deh, sekian dulu postingan gw kali ini tentang KRL-KRL di Jabodetabek, semoga postingan kali ini bermanfaat yah.

Sumber : Wikipedia, Google Gambar, Kaskus

One comment on “Galeri KRL Jabodetabek

  1. krl hyundai , saya mempunyai memori masa tk tntang rangkaian tsb , ketika pertama kali ayah saya mengajak ke luar jakarta (pertama kali mengenal kota depok) :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: